Dua Pemain Timnas Indonesia Dipulangkan karena Indisipliner

Dua Pemain Timnas Indonesia Dipulangkan karena Indispliner – Cara Pelatih Tim nasional Indonesia Shin Tae-yong pulangkan bek Nurhidayat Haji Haris memperoleh support dari PSSI. Walau, Nurhidayat adalah pemain muda prospektif dan berkilau bersama tim nasional U-23 dan U-19.

Nurhidayat dipulangkan cuman beberapa satu hari mendekati pertandingan kelanjutan Group G Kwalifikasi Piala Dunia 2020 Zone Asia, di Uni Emirat Arab (UEA). Indonesia akan menantang Thailand sebagai laga ke enam tim Garuda di babak group. Sejauh babak group, Indonesia belum memperoleh point sesudah menelan lima kekalahan.

Sesungguhnya, keputusan pulangkan pemain bukanlah hal baru untuk pelatih dari Korea Selatan itu. Saat tangani tim nasional U-19, Shin Tae-yong berlaku tegas memberikan pelajaran ke pemain muda dengan pulangkan anggota tim karena bertindak indisipliner.

Selain Nurhidayat, Dua Pemain Timnas Indonesia Lain nya Dipulangkan karena Indispliner

Dua Pemain Timnas Indonesia Dipulangkan karena Indisipliner

Dua Pemain Timnas Indonesia Dipulangkan karena Indispliner Ketua umum PSSI Mochamad Iriawan memberikan dukungan cara Shin mencoret pemainnya yang bisa dibuktikan indisipliner. “Uang yang dipakai ini dari rakyat . Maka semua pemain harus serius. Tidak boleh bermain-main. Jika bermain-main tentu dicoret, misalnya yang menerpa dua pemain itu,” papar Iriawan. Berikut sejumlah pemain yang sempat pernah dipulangkan pelatih berumur 52 tahun itu.

Yudha Febrian

Saat sebelum ramai mengenai perlakuan penghinaan yang sudah dilakukan Febrian pada rekan wanitanya, Yudah telah ramai jadi pembicaraan karena dipulangkan Shin Tae-yong saat jalani pemfokusan latihan di Jakarta. Ini ialah pertama kali, ia bertindak indisipliner.

Pendamping Pelatih Tim nasional Indonesia Nova Arianto menyebutkan, Yuda tidak tiba ke acara timbang tubuh yang sudah dilakukan saat sebelum sesion latihan. “Pemain dibalikkan ke club nya masing-masing karena permasalahan indisipliner, telat tiba latihan senin pagi dan baru kembali hotel jam tiga pagi,” papar Nova.

Faksi club Barito Putra pernah coba menyadarkan Yudha dengan masukkan ia ke pondon pesantren untuk perdalam agama. Sempat pernah akui kapok, ia selanjutnya terganjal kasus penghinaan yang sempat pernah ramai di sosial media. Barito selanjutnya mengonfirmasi bila Yudha tidak lagi pemain Barito.

Serdy Ephy Fano

Serdy pernah memperoleh ancaman dari Shin Tae-yong karena telat tiba latihan. Kejadian itu terjadi menjelang keberangkatan ke Kroasia di akhir Agustus 2020. fishbowl-traffic Pada akhirnya ia tidak berhasil terbang bersama team. Seperti tidak pernah belajar pengalaman dari, Serdy mengulangnya kembali bersama Yudha.

Tidak lakukan timbang tubuh karena telat berdengung latihan, Serdy bersama Yudha bisa dibuktikan lakukan pelanggaran dengan kembali lagi ke hotel jam tiga pagi hari. “Mereka sudah bertindak indispliner berat. Kami segera pulangkan mereka,” kata Shin, diambil dikutip situs sah PSSI. Selasa 24 November 2020.

Kiriman serupa